Call us now :085242845769, 0431-833267 shinealiteclinic@gmail.com

Dalam dunia tumbuh kembang anak, istilah tantrum dan meltdown sering dianggap sama karena keduanya sama–sama melibatkan ledakan emosi. Padahal, keduanya adalah dua hal yang berbeda dari segi penyebab, respons anak, dan cara penanganannya. Memahami perbedaannya sangat penting agar orang tua atau pendamping bisa merespons dengan tepat.


Apa Itu Tantrum?

Tantrum adalah ledakan emosi yang biasanya muncul ketika anak mengalami frustrasi atau tidak mendapatkan keinginannya. Tantrum adalah bagian dari perkembangan emosi normal, terutama pada anak usia 1–4 tahun yang masih belajar mengekspresikan perasaan.

Ciri-ciri Tantrum

Anak masih punya kontrol tertentu terhadap perilakunya.

Biasanya terjadi karena ingin sesuatu (mainan, perhatian, makanan, dll).

Dapat berhenti ketika keinginan terpenuhi atau saat diberikan alternatif.

Anak sering mengecek reaksi orang dewasa (misalnya melihat apakah orang tua memperhatikan).

Tangisan, teriak, marah, memukul, berguling, atau menjatuhkan diri.

Penyebab Umum Tantrum

Lapar atau lelah

Keinginan tidak terpenuhi

Transisi aktivitas

Mencari perhatian

Batasan atau aturan baru


Apa Itu Meltdown?

Meltdown adalah reaksi berlebihan (overload) yang terjadi ketika sistem sensori atau emosional anak kewalahan. Ini bukan perilaku yang sengaja dilakukan dan bukan upaya untuk memanipulasi.

Meltdown lebih sering terjadi pada anak neurodivergen, seperti Autisme, ADHD, atau anak dengan gangguan sensori (SPD), tetapi juga bisa dialami anak neurotipikal dalam situasi tertentu.

Ciri-ciri Meltdown

Anak kehilangan kontrol sepenuhnya.

Tidak bisa berhenti meskipun diberi apa yang diinginkan.

Umumnya terjadi karena sensory overload (kebisingan, keramaian, cahaya, sentuhan).

Anak terlihat sangat tertekan, overwhelmed, atau panik.

Reaksi bisa berupa menangis keras, menutup telinga, memukul diri sendiri, berjongkok, atau melarikan diri.

Penyebab Umum Meltdown

Terlalu banyak rangsangan (suara, cahaya, keramaian).

Ketidakmampuan memproses informasi secara cepat.

Emosi yang menumpuk tapi tidak dapat dipahami.

Kelelahan sensori atau mental.


Perbedaan Tantrum vs Meltdown (Ringkas dan Jelas)

Aspek Tantrum Meltdown

Kontrol diri Masih ada kontrol Tidak ada kontrol
Motivasi Ingin sesuatu / frustrasi Overload sensori atau emosi
Bisa berhenti? Bisa berhenti saat kebutuhan terpenuhi Tidak bisa berhenti begitu saja
Respons orang dewasa Anak memperhatikan reaksi orang dewasa Anak tidak peduli / tidak sadar sekitar
Durasi & intensitas Bisa pendek Bisa panjang & intens
Sering muncul pada… Anak usia dini Anak neurodivergen / sensori sensitif


Cara Tepat Menghadapi Tantrum

  1. Tetap Tenang dan Konsisten

Anak mempelajari cara bereaksi dari emosi orang tua.

  1. Berikan Batasan yang Jelas

Jangan langsung memenuhi keinginan untuk menghentikan tantrum, karena ini memperkuat perilaku.

  1. Validasi Perasaan

Contoh: “Mama tahu kamu sedih karena tidak dapat mainan.”

  1. Beri Pilihan

Bukan menyerah, tetapi memberi kontrol: “Mau mandi sekarang atau 5 menit lagi?”

  1. Setelah Tenang, Edukasi

Ajarkan cara lain untuk mengekspresikan perasaan.


Cara Tepat Menghadapi Meltdown

  1. Bawa Anak ke Tempat yang Lebih Tenang

Kurangi rangsangan suara, cahaya, atau sentuhan.

  1. Gunakan Teknik Sensori

Deep pressure

Memeluk jika anak nyaman

Headphones

Mainan sensorik

  1. Berikan Support Emosional

Tidak perlu ceramah saat meltdown berlangsung.

  1. Amankan Lingkungan

Pastikan anak tidak membahayakan diri sendiri.

  1. Recovery Time

Setelah meltdown, anak butuh waktu untuk “pulih” dari overload.


Bagaimana Membedakan Tantrum vs Meltdown?

Tanyakan 3 hal ini:

  1. Apakah anak menginginkan sesuatu?
    Jika ya → kemungkinan tantrum.
  2. Apakah anak bisa berhenti ketika diberi keinginannya?
    Jika tidak bisa → biasanya meltdown.
  3. Apakah lingkungan terlalu bising / ramai / melelahkan?
    Jika ya → meltdown lebih mungkin.

Kesimpulan

Tantrum dan meltdown terlihat mirip, tetapi akar penyebab dan penanganannya berbeda. Tantrum merupakan bagian perkembangan normal, sedangkan meltdown terkait dengan overload sensori atau emosi yang intens. Dengan memahami perbedaannya, orang tua dapat memberikan respons yang lebih tepat, suportif, dan efektif.